Kota Mungkid - Rumah adalah tempat perlindungan utama bagi keluarga. Namun, ancaman bencana kebakaran masih menjadi salah satu resiko terbesar yang mengintai pemukiman warga di Kabupaten Magelang. Berdasarkan data dan catatan kejadian di lapangan, dua pemicu dominan kasus kebakaran rumah warga adalah korsleting (arus pendek) listrik serta penggunaan tungku kayu bakar di dapur yang kurang aman.

Segala bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan hunian warga, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Magelang menghimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah pencegahan praktis berikut:
1. Bahaya Korsleting Listrik:
"Si Kecil" Pemicu Bencana Besar
Korsleting listrik sering kali terjadi akibat kelalaian kecil dalam instalasi kabel rumah tangga yang tidak sesuai standar atau beban listrik berlebih.

Langkah Pencegahan di Rumah :
- Gunakan Peralatan Berstandar SNI: Pastikan
kabel, steker, sakelar, dan stopkontak yang terpasang di rumah memiliki
sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia).
- Hindari Penumpukan Steker (Overload):
Jangan menumpuk banyak colokan listrik pada satu stopkontak (T-junction).
Beban arus yang terlalu tinggi dapat memicu panas berlebih dan percikan
api.
- Periksa
Instalasi Secara Berkala: Kabel yang sudah tua, terkelupas, atau digigit tikus harus segera
diganti. Jika usia instalasi rumah sudah lebih dari 10 tahun, disarankan
untuk melakukan pemeriksaan oleh teknisi listrik bersertifikat.
- Cabut Alat Elektronik Saat Bepergian: Matikan dan cabut steker peralatan listrik yang tidak digunakan (seperti setrika, pengisi daya HP, atau dispenser) sebelum meninggalkan rumah.
2. Tungku Kayu Dapur: Ciri Khas Tradisional yang Perlu Pengawasan Ekstra
Masyarakat di kawasan pedesaan Kabupaten Magelang masih banyak yang memanfaatkan tungku kayu (keren/luweng) untuk memasak. Meskipun hemat, bara api tungku yang ditinggalkan tanpa pengawasan menjadi pemicu tersering kebakaran dapur.

Langkah Pencegahan di Dapur:
- Jarak Aman Bahan Mudah Terbakar: Pastikan
tumpukan kayu bakar, tumpukan bambu, minyak goreng, atau plastik tidak
diletakkan terlalu dekat dengan mulut tungku (minimal berjarak 1,5–2
meter).
- Pastikan Api Benar-Benar Padam: Jangan
pernah meninggalkan rumah atau tidur saat api di tungku masih
menyala/membara. Siram sisa bara api dengan air hingga benar-benar padam
setelah selesai memasak.
- Sirkulasi Air & Dinding Dapur: Upayakan
area sekitar tungku dapur memiliki sirkulasi udara yang baik dan dinding
pelindung yang terbuat dari bahan tidak mudah terbakar (seperti pasangan
batu bata/semen, bukan bilik bambu kering).
- Sediakan Ember Air/Karung Basah: Selalu siapkan sumber air terdekat atau karung goni basah di sekitar area dapur sebagai pertolongan pertama jika terjadi percikan api liar.
"Membangun rumah yang aman bukan hanya tentang kekokohan strukturnya, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga keselamatan di dalamnya. Mari saling mengingatkan antar-tetangga demi mewujudkan kawasan permukiman yang aman, nyaman, dan bebas bencana kebakaran."
Jika melihat atau mengalami ancaman kebakaran di lingkungan Anda, segera
hubungi layanan darurat:
- Call Center Damkar Kabupaten Magelang: (0293)
788213
- Layanan Darurat Bebas Pulsa: 112