Merawat rumah agar tetap berstatus layak huni bagi keluarga dengan ekonomi terbatas memang membutuhkan siasat dan ketelatenan. Rumah layak huni tidak harus permanen atau mewah, yang terpenting adalah strukturnya aman, sirkulasi udaranya sehat, dan terlindung dari cuaca.

Berikut ini adalah beberapa upaya perawatan rumah yang bisa dilakukan secara mandiri dengan biaya sangat minim
- 1. Perawatan Harian Tanpa Biaya
Kerusakan besar selalu bermula dari kerusakan kecil yang dibiarkan. Upaya pencegahan adalah kunci utama.
- Geser dan Rapikan Genteng: Segera rapikan genteng yang melorot atau miring, terutama setelah hujan angin, agar air tidak merembes dan membusukkan kayu kuda-kuda.
- Buat Parit Kecil di Sekeliling Rumah: Gali saluran air sederhana di sekeliling dinding luar. Ini mencegah air hujan menggenang dan meresap naik ke dinding yang bisa membuat tembok atau kayu menjadi rapuh.
- Buka Ventilasi Setiap Pagi: Biarkan sinar matahari dan udara segar masuk. Rumah yang sumpek dan lembap adalah tempat favorit rayap dan jamur perusak struktur bangunan.
- Bersihkan debu: bersihkan debu dari dinding/konstruksi kayu, karena debu yang menumpuk akan mengikat titik-titik air di udara yang dalam jangka waktu lama akan timbul lumut ataupun jamur, Akar lumut dan zat asam dari jamur inilah yang lama-kelamaan merusak lapisan cat, plesteran semen, hingga menggerogoti struktur dinding kayu atau bilik.
2. Siasat Perbaikan Murah Meriah
Jika ada bagian yang mulai lapuk atau retak, manfaatkan bahan-bahan alternatif di sekitar.
- Gunakan Oli Bekas untuk Anti-Rayap: Daripada membeli cairan kimia mahal, oleskan oli bekas pada tiang kayu atau bambu yang bersentuhan langsung dengan tanah untuk mencegah rayap.
- Tambal Retakan Sedini Mungkin: Jika dinding semen atau bilik bambu mulai berlubang, segera tambal menggunakan adonan tanah liat bercampur kapur atau sisa semen sedikit demi sedikit agar kerusakan tidak menyebar.
3. Strategi Bertahap dan Kekuatan Warga
Memperbaiki rumah tidak harus menunggu uang terkumpul dalam jumlah besar.
- Mencicil Material, Bukan Hanya Uang: Jika ada sisa uang belanja yang disisihkan, segera rupakan menjadi material yang awet disimpan. Misalnya, beli satu sak semen, beberapa lembar asbes, atau satu kilogram paku, lalu simpan hingga cukup untuk perbaikan kecil. Dibeberapa tempat orang mencicil material dengan cara nitip ke toko bangunan, misal setiap punya uang lebih ke toko bangunan beli semen 1 sak, tetapi semennya tidak dibawa pulang melainkan dititipkan ke toko bangunan, setelah terkumpul banyak sesuai kebutuhan baru kita ambil.
- Hidupkan Tradisi Sambatan: Untuk perbaikan yang butuh tenaga ekstra (seperti menaikkan atap), manfaatkan sistem arisan tenaga atau gotong royong antar warga dusun. Dengan cara ini, biaya tukang bisa ditekan menjadi nol.
Mari giatkan merawat rumah secara mandiri, agar rumah tetap sehat, nyaman, aman dan tetap layak huni.