Kembali

Identifikasi Rumah Korban Longsor Desa Giritengah Kecamatan Borobudur

Kota Mungkid, 15 Februari 2018. Sebuah bencana alam memang tidak dapat diprediksi kapan dan dimana, kita hanya bisa memperkirakan berdasarkan potensi yang ada. Daerah pegunungan berpotensi bencana kekeringan, banjir bandang dan tanah longsor atau sejenisnya, seperti yang terjadi di Wilayah Kecamatan Borobudur tepatnya di Desa Giritengah beberapa hari yang lalu. Desa Giritengah yang telaknya di lereng pegunungan menoreh dengan tingkat kemiringan lereng antara 30o - 70o dengan dusun paling atas berada pada 494 mdpal yaitu dusun Ngaglik. Perbedaan ketinggian antara dusun Ngaglik dengan dusun Kamal yang berada di bawahya kurang lebih 100 meter.


Salah satu rumah korban tanah longsor milik Muhdi Prawoto

Bencana longsor yang terjadi di desa Giritengah menimpa 9 rumah yang berada di Dusun Ngaglik, Dusun Kamal dan Dusun Secang (Kalitengah) dengan titik lokasi terpisah-pisah. Tercatat rusak berat / hilang 4 rumah yaitu rumah milik Ny. Misi dan Bapak Rodal di Dusun Ngaglik, rumah milik Bapak Sumadi dan Ny. Tomblok di Dusun Secang (Kalitengah), rusak sedang menimpa rumah milik Bapak Ahmad Toha di Dusun Secang, dan sisanya merpakan rusak ringan.


Denah lokasi bencana